Akad nikah adalah perjanjian antara wali dari mempelai wanita dengan mempelai laki-laki dimuka paling sedikit dua orang saksi yang mencukupi syarat menurut syariah. Akad nikah terdiri atas : Ijab, yakni penyerahan mempelai wanita oleh walinya kepada mempelai laki-laki.


Menurut istilah syara, pengertian akad nikah adalah sebagai berikut:
  1. Menurut  Al-Zurjani, akad menurut syara adalah: “suatu ikatan yang merupakan untuk melakukan sesuatu dengan adanya ijab dan qabul”.
  2. Menurut Ibn Abidin yang dikutip Rachmat Syafe’I, akad adalah: “perikatan yang ditetapkan dengan ijab qabul berdasarkan ketentuan syara yang berdampak pada objeknya”.


Akad adalah suatu ikatan yang menetapkan keridhaan kedua belah pihak yang berbentuk (wujud) perkataan ijab dan qabul.
  • Ijab adalah penyerahan dari pihak pertama, sedangkan qabul adalah penerimaan dari pihak kedua. Ijab dari pihak wali si perempuan dengan ucapannya: “saya nikah kawinkan anak saya bernama si A kepadamu dengan mahar sebuah kitab Al-Qur’an”. 


  • Qabul adalah penerimaan dari pihak suami dengan ucapannya: “saya terima nikah dan kawinnya anak bapak yang bernama si A dengan mahar sebuah kitab Al-Qur’an.